Awas ! Ternyata GPS Dapat Melemahkan Fungsi Otak Manusia


GPS Melemahkan Otak


Baru – baru ini sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di University College London menunjukkan, rutinitas mengfungsikan aplikasi penunjuk jalan atau sering kali disebut sebagai GPS dapat menyebabkan kapabilitas atau fungsi otak menurun, walau tidak secara drastis. Aplikasi penunjuk jalan sekarang ini sudah umum digunakan oleh para pengguna kendaraan bermotor seiring menjamurnya ponsel pintar, sebagai contoh adalah Waze atau Google Maps. Bahkan beberapa sistem ini sudah menjadi fitur yang sekarang ini terintegerasi bersama dengan head unit sebuah mobil.
 


Di satu sisi, tersedia kelompok konsumen atau masyarakat yang mempercayakan perjalanan pada rute yang ditunjukkan GPS (Global Positioning System) tersebut, namun tetap tersedia lebih dari satu group lain yang mengfungsikan langkah konvensional, dan berpikiran tersedia hal yang tidak bisa diakomodasi oleh teknologi pc tersebut. 


GPS Melemahkan Otak
Add caption

Keduanya, tentu saja sebabkan pengemudi sampai di tujuan, namun tidak benar satu langkah yang digunakan, ternyata bisa tingkatkan kapabilitas otak. Sebuah studi yang dilakukan oleh University College London, menemukan dua tempat di anggota otak, yang terjalin bersama dengan arah jalan di lokasi hippocampus dan perihal pengambilan ketetapan pada anggota prefrontal cortex, yang bekerja dikala pengendara tidak benar jalan atau dikala lihat lebih dari satu jalan yang harus dipilih sepanjang rute perjalanan mereka.
Para peneliti coba mengamati aktifitas otak yang berasal dari 24 sukarelawan yang dijadikan bahan uji coba, bersama dengan lakukan simulasi berkendara. Beberapa mengfungsikan rute yang udah disiapkan (Pengemudi 1) dan sisanya tidak (Pengemudi 2). Pada "Pengemudi 1" tidak tampak tersedia kegiatan tambahan di otak mereka, kala "Pengemudi 2", menyatakan kepekaan pada kekusutan jaringan jalan London, dan sebabkan otak bekerja, seperti terasa  merencanakan, memutuskan, dan memetik hasil berasal dari penemuan mereka.





“Hasil kita sesuai bersama dengan deskripsi hippocampus yang mensimulasikan perjalanan di jalan yang kemungkinan di lewati di masa depan, sedangkan prefrontal cortex, menolong kita untuk merencanakan mana yang dapat mempunyai kita ke tujuan,” tutur Hugo Spiers, seorang profesor berasal dari UCL of Experimental Psychology (mengutip Caranddriver)
Ketika kita punyai teknologi yang memberitahu kita kemana harus pergi, bagian-bagian berasal dari otak sesudah itu tidak dapat merespon jaringan jalan. Artinya bahwa itu dapat mematikan otak berasal dari sesuatu yang menarik berasal dari jalan – jalan di lokasi jangkauan kita.



Pada awal penelitian di tahun 2011, yang dilakukan pada driver taksi pasca tes mengemudi, di mana mereka harus menghafal seluruh kota, tempat hippocampus di otak mereka membesar. Sementara pengemudi lain di luar itu tidak, dan itu bisa menghalau “tuntutan tinggi” pada bagian – bagian otak  dengan kata lain melemahkannya.


GPS Melemahkan Otak



Berpikir perihal di mana kita berada didalam ruang dan waktu adalah sesuatu yang alami dan juga sehat. Para ahli saraf setuju, langkah paling baik untuk merawat otak selamanya aktif, adalah bersama dengan menggunakannya. Namun, pertumbuhan teknologi yang tersedia sulit untuk membendung keinginan manusia untuk mengunakannya, pasalnya ini diakui bisa menolong dan memudahkan perjalanan tanpa harus repot bertanya dan berpikir, supaya lebih efisien. 



Setelah kita mengetahui dampak negatif yang ditimbulkan dengan seringnya penggunaan GPS yang ternyata dapat melemahkan fungsi otak ini, memang ada baiknya mulai sekarang kita membatasi untuk menggunakan aplikasi penunjuk jalan atau GPS ini 
0